Tuesday, December 3, 2019


LALAT BIBIT PADA TANAMAN JAGUNG

Ayyub Arrahman dan M.Sudjak Saenong
Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros

PENDAHULUAN
Lalat bibit (Atherigona exigua)
Menyerang tanaman muda, akibat serangannya seringkali mematikan tanaman. Lalat bibit digolongkan ke dalam :
Ordo : Diptera.

Famili : Antomyiidae.

Genus : Atherigona.

Spesies : Exigua.

Lalat berwarna abu-abu, panjang 3-3,5 mm, punggungnya berwarna kuning kehijauan dengan tiga buah garis. Bagian perut berwarna coklat kekuningan. Telur berwarna putih, diletakkan tersebar pada bawah daun. Setelah 2-3 hari telur menetas. Larva yang beru keluar masuk ke dalam upih daun dengan bantuan air (embun). Kemudian masuk kedalam merusak titik tumbuh dan selanjutnya masuk sampai ke pangkal batang. Ulat hidup selama 8-18 hari. Kepompong berwarna kemerah-merahan, kemudian berubah menjadi agak gelap bila kepompongnya telah tua. Kepompong kadang-kadang dibentuk dalam jaringan tanaman, tapi umumnya dibentuk dalam tanah. Umur kepompong rata-rata 8 hari.
Pada malam hari, larva menyebabkan serangan berat. Tanaman yang diserang kelihatan kerdil, berwarna kekuningan dan layu. Sebagai tanaman inang adalah rumput-rumputan seperti Panicum repens, Cynodon dactylon, padi gogo (Anonim, 2012a).

Lalat bibit hanya ditemukan di daerah Jawa dan Sumatera dan dapat merusak pertanaman jagung hingga 80% dan bahkan puso. Lama hidup serangga dewasa bervariasi antara lima sampai 23 hari, serangga betina hidup dua kali lebih lama daripada yang jantan. Serangga  dewasa  sangat  aktif   terbang   dan  sangat tertarik pada kecambah atau tanaman yang baru muncul di atas permukaan tanah. Imago   kecil   dengan   ukuran   panjang  2,5 - 4,5 mm (Balitsereal, 2012; Agromaret, 2012).

Telur Imago betina mulai meletakkan telur tiga sampai lima hari setelah kawin dengan jumlah telur tujuh sampai 22 butir atau bahkan hingga 70 butir. Imago betina meletakkan selama tiga sampai tujuh hari, diletakkan secara tu-nggal, berwarna putih, memanjang, diletak-kan dibawah permu-kaan daun.

Larva  terdiri dari tiga instar yang berwarna putih krem pada awalnya dan selanjutnya menjadi kuning hingga kuning gelap.  Larva yang baru menetas melubangi batang yang kemudian membuat terowongan, sampai dasar batang, sehingga tanaman menjadi kuning dan akhirnya mati.
Pupa terdapat pada pangkal batang dekat atau di bawah permukaan tanah, umur pupa 12 hari pada pagi atau sore hari. Puparium berwarna coklat kemerah-merahan sampai coklat dengan ukuran panjang 4,1 mm. 

PENGENDALIAN
Hayati.
Parasitoid Trichogramma spp. Yang memarasit telur, Opius sp. Dan Tetrastichus sp. Memarasit larva.  Predator Clubiona japonicola yang merupakan predator imago.

Kultur Teknis. Oleh karena aktivitas lalat bibit hanya selama satu sampai dua bulan pada musim hujan, dengan mengubah waktu tanam, pergiliran tanaman dengan tanaman bukan jagung, tanam serempak serangan lalat bibit dapat dihindari.

Varietas Resisten. Galur-galur jagung QPM putih yang tahan terhadap lalat bibit adalah MSQ-P1(S1)-C1-11, MSQ-P1(S1)-C1-12, MSQ-P1(S1)-C1-44, MSQ-P1(S1)-C1-45, dan galur-galur jagung QPM kuning yang tahan terhadap serangga hama ini adalah MSQ-K1(S1)-C1-16, MSQ-K1(S1)-C1-35, MSQ-K1(S1)-C1-50.

Kimiawi. Pengendalian dengan insektisida dapat dilakukan dengan perlakuan benih (seed dressing) yaitu thiodikarb dengan dosis 7,5-15 g b.a./kg benih atau karbofuran dengan dosis 6 g b.a./kg benih. Selanjutnya setelah tanaman berumur 5-7 hari, tanaman disemprot dengan karbosulfan dengan dosis 0,2 kg b.a./ha atau thiodikarb 0,75 kg b.a/ha. Penggunaan insektisida hanya dianjurkan di daerah endemik .


DAFTAR PUSTAKA DAN BACAAN
Agromaret, 2012. Hama pada tanaman jagung. http://agromaret.com/artikel/649/hama_pada_tanaman_jagung. Diakse tgl 30 November 2012
Anonim, 2012a. Pengendalian lalat bibit pada tanaman jagung secara terpadu. http://epetani.deptan.go.id/budidaya/pengendalian-hama-lalat-bibit-pada-tanaman-jagung-secara-terpadu-1843. Diakses tgl 30 November 2012
Anonim, 2012b. Hama tanaman jagung (lalat bibit). http://endros-ruraltechnology.blogspot.com/2008/09/hama-tanaman-jagung-lalat-bibit.html. Diakses tgl 30 November 2012
Anonim, 2012c. Jagung : hama dan penyakit jagung. http://www.ideelok.com/budidaya-tanaman/jagung/page-2. Diakses tgl 30 November 2012
Wakman.,W, 2012. Teknologi pengendalian hama penyakit tanaman jagung dilapangan dan gudang. http://www.peipfi-komdasulsel.org/jurnal-perlindungan/teknologi-pengendalian-hama-penyakit-jagung-di-lapangan-dan-gudang.htm. Diakses tgl 30 November 2012