Wednesday, April 1, 2020

PEMANFAATAN DAUN SIRSAK SEBAGAI PESTISIDA NABATI

 

Ayyub dan M.Sudjak Saenong

Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros

 

PENDAHULUAN  Tanaman sirsak (Annona muricata L) cukup potensial untuk digunakan seba-gai bahan pestisida hayati. Daun sirsak mengandung senyawa acetogenin, antara lain asimisin, bulatasin, squamosin, saponin, flavonoid, dan tanin (Plantus 2008) dalam Harsoyo Purnomo dan Afri Utami, 2012).  Senya-wa-senyawa tersebut bersifat toksik, yang dapat mematikan serangga hama tertentu. Namun, untuk menentukan batas aman bagi organisme akuatik bukan sasaran perlu dilakukan pengujian dengan bioassay, untuk menguji toksisitas bahan kimia toksik (alkaloid) yang terdapat di dalam daun sirsak, atau untuk mengukur timgkat bahaya kontaminan bahan  kimia yang terdapat di dalam ekstrak daun sirsak terha-dap organisme akuatik (Harsoyo Purnomo dan Afri Utami, 2012). Kandungan daun sirsak mengandung senyawa acetoginin, antara lain asimisin, bulatacin dan squamosin. Pada konsentrasi tinggi, senyawa acetogenin memiliki keistimewan sebagai anti feedent. Dalam hal ini, serangga hama tidak lagi bergairah untuk melahap bagian tanaman yang disukainya. Sedangkan pada konsentrasi rendah, bersifat racun perut yang bisa mengakibatkan serangga hama menemui ajalnya (Septerina, 2002) dalam Rachmawati Nurjannah, 2012. Acetogenin adalah senyawa polyketides dengan struktur 30–32 rantai karbon tidak bercabang yang terikat pada gugus 5-methyl-2-furanone. Rantai furanone dalam gugus hydrofuranone pada C23 memiliki aktifitas sitotoksik, dan derivat acetogenin yang berfungsi sitotoksik adalah asimicin, bulatacin, dan squamocin (Shidiqi dkk.,2008) dalam Rachmawati Nurjannah, 2012).
Menurut Ditjendbun dalam Olivia Surya Dini (2012) menyatakan bahwa daun sirsak mengandung bahan aktif annonain dan resin. Pestisida nabati daun sirsak efektif mengendalikan hama trips. Jika ditambahkan daun tembakau dan sirsak akan efektif mengendalikan hama belalang dan ulat. Sedangkan jika ditambahkan jeringau dan bawang putih akan efektif mengendalikan hama wereng coklat. Rimpang jeringau mengandung bahan aktif arosone, kalomenol, kalomen, kalameone, metil eugenol yang jika dikombinasi dengan bahan aktif daun sirsak akan efektif mengendalikan hama wereng. Sedangkan tembakau mengandung bahan aktif nikotin yang jika dikombinasi dengan bahan aktif yang terkandung dalam daun sirsak akan efektf mengendalikan hama ulat dan belalang.
Dalam upaya pengembangan pestisida nabati tersebut, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah : (i) mudah didapat,  bahan baku cukup tersedia, berkualitas, kuantitas dan kontinuitas terjamin; (ii) mudah dibuat ekstrak, sederhana dan dalam waktu yang tidak lama; (iii) kandungan senyawa pestisida harus efektif pada kisaran 3-5 % bobot kering   bahan; (iv) selektif; (v) bahan yang digunakan bisa dalam bentuk segar/kering; (vi) efek residunya singkat, tetapi cukup lama efikasinya; (vii) sedapat mungkin pelarutnya air (bukan senyawa sintetis); (viii) budidayanya mudah, tahan terhadap kondisi suhu optimal; (ix) tidak menjadi gulma atau inang hama penyakit; (x) bersifat multiguna.
Cara pembuatan pestisida nabati daun sirsak sebagai pengendali hama trips:
1.      Tumbuk 100 lembar daun sirsak.
2.      Rendam dalam 5 liter air dan tambahkan 15 gram deterjen.
3.      Diamkan sehari semalam.
4.      Saring larutan tersebut dengan kain.
5.      Encerkan setiap liter larutan dalam 10 liter air.
6.      Larutan semprot siap digunakan.
Cara pembuatan pestisida nabati daun sirsak + jeringau + bawang putih untuk mengendalikan hama wereng coklat:
1.     Tumbuk halus segenggam daun sirsak, segenggam jeringau dan 20 siung bawang putih.
2.    Rendam bahan-bahan tersebut dengan 20 liter air yang telah ditambahkan 20 gram deterjen selama 2 hari.
3.      Saring larutan tersebut dengan kain.
4.      Larutan tersebut siap digunakan.
Cara pembuatan pestisida nabati daun sirsak + daun tembakau untuk mengendalikan hama belalang dan ulat:
1.   Ambil 50 lembar daun sirsak dan segenggam daun tembakau ditumbuk sampai halus.
2.   Rendam bahan–bahan tersebut dalam 20 lt air yang telah diberi 20 gr deterjen selama    semalam.
3.   Saring larutan tersebut dengan kain.
4.   Larutan siap digunakan dan disemprotkan ke tanaman.

DAFTAR PUSTAKA DAN BACAAN
Ae_yhunt, 2012. Manfaat Daun Sirsak sebagai Pestisida Nabati . http://karyatulisagribisnisku.blogspot.com/2012/11/manfaat-daun-sirsak-sebagai-pestisida.html. Diakses tgl 11 Desember 2012
Alimin, 2012. Ramuan Pestisida Nabati dari Daun Sirsak (Annona muricata L.). http://ditjenbun.deptan.go.id/perlindungan/index.php?option=com_content&view=article&id=156:ramuan-pestisida-nabati-dari-daun-sirsak-annona-muricata-l-&catid=15:home. Diakses tgl 11 Desember 2012.
Amirullah, 2012. Pestisida Nabati Dan Cara Pembuatannya. http://media-penyuluhan.blogspot.com/2012/06/pestisida-nabati-dan-cara-pembuatannya.html. Diakses tgl 11 Desember 2012.
Laurichoherbal, 2012. The daun sirsak laurico. http://lauricoherbal.com/laurico-herbal-berkualitas-terbaik-untuk-anda/teh-daun-sirsak-laurico/. Diakses tgl 11 Desember 2012.
Niken Jumita Septerina, 2012. Pengaruh Ekstrak Daun Sirsak sebagai Insektisida Rasional terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Paprika Varietas Bell Boy. http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jiptumm-gdl-s1-2002-niken-5526-ekstrak. Diakses tgl 11 desember 2012.
Melda Susanti, 2012. Pembuatan Pestisida Alami Dari Daun Sirsak . http://melda-susanti.blogspot.com/2012/04/pembuatan-pestisida-alami-dari-daun.html. Diakses thgl 11 Desember 2012.
Olivia Surya Dini (2012). Daun sirsak sebagai pestisida alami. http://blog.ub.ac.id/oliviasurya/2012/06/15/daun-sirsak-sebagai-pestisida-alami/. Diakses tgl  11Desember 2012.
Bio.unsoed.ac.id, 2012. Aktivitas Ekstrak Daun Sirsak(Annona muricata L.) Sebagai Insektisida Botani Terhadap Larva Spodoptera litura Fabr.http://bio.unsoed.ac.id/632-aktivitas-ekstrak-daun-sirsakannona-muricata-l-sebagai-insektisida-botani-terhadap-larva. Diakses tgl 11 Desember 2012.
Drs_Oeyo, 2012. Pengaruh Pestisida Nabati Daun Sirsak Terhadap Hama Walang Sangit ( Laporan Praktikum Teknik Pertanian Organik ). http://drs-oeyo.blogspot.com/2012/06/pengaruh-pestisida-nabati-daun-sirsak.html. Diakses tgl 11 Desemebr 2012.
Gerbang Pertanian, 2012. Pestisida nabati/organic(daun sirsak mengendalikan hama Trip, wereng coklat dan belalang). http://www.gerbangpertanian.com/2010/06/pestisida-nabati-organik-daun-sirsak.html. Diakses tgl 11 desember 2012.
Harsoyo Purnomo dan Afri Utami, 2012. Toksisitas Akut Ekstrak Daun Sirsak Sebagai Pestisida Hayati. Jurusan Pendidikan Biologi, Ikip Pgri Semarang. http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&cad=rja&ved=0CDoQFjAD&url=http%3A%2F%2Fejurnal.ikippgrismg.ac.id%2Findex.php%2Fbioma%2Farticle%2Fview%2F27%2F26&ei=jX3GUNnABIG8rAet5YDYCg&usg=AFQjCNHNQsRWYlMV3Ca4b07l1x1gBmfg3wJI. Diakses tgl 11 Desember 2012.
Rachmawati Nurjannah, 2012. Uji Efektifitas Ekstrak Daun Sirsak (Annona Muricata L) Sebagai Pestisida Nabati Terhadap Pengendalian Hama Tanaman Sawi (Brassica Juncea L). http://etd.eprints.ums.ac.id/8514/1/A420060012.PDF. Diakses tgl 11 Desember 2012.