Wednesday, June 6, 2018

Buku : Bioekologi Hama Kumbang Bubuk

Faktor-faktor  yang  mempengaruhi  perkembangan  yakni  : faktor  internal  (kemamapuan berkembang  biak, perbandingan  jenis  kelamain,  sifat  mempertahankan  diri, siklus  hidup  dan  umur  imago),  dan  faktor  eksternal  atau disebut juga kondisi ekologi  lingkungan  dimana serangga berkembang  biak  seperti  (suhu/kisaran  suhu, kelembaban/hujan,  cahaya,  warna,  bau,  angin,  faktor makanan dan faktor hayati) penting untuk diketahui.

Pemanfaatan  informasi  biologi  dan  ekologi  dari serangga  tidak lain ditujukan dalam  rangka memudahkan para  penentu  kebijakan  menyusun  strategi  pengendalian. Sebagai contoh, hasil riset menunjukkan bahwa umumnya serangga  sangat  tertarik  dengan  paparan  cahaya,  maka sifat  ini  dapat  digunakan  untuk  membasmi  serangga dengan  menggunakan  jebakan  cahaya  (light  trap).  Pada level  petani,  cara  ini  sudah  umum  digunakan  khususnya pada  kelompok  petani  padi.  Pada  hama  kumbang  bubuk, sifat  serangga  dewasa  dari  serangga  ini  senantiasa menggerek  biji  dan  tinggal  dalam  biji  untuk  makan  dan bertelur,  larva-larva  yang  menetas  akan  menggerek  biji dari dalam biji. Pada kondisi seperti ini, penggunaan racun kontak  untuk  membasmi  hama  ini  dipastikan  hasilnya tidak optimal karna sulitnya cairan semprotan  berpenetrasi ke lubang gerekan yang ukurannya sangat kecil, solusinya adalah digunakan racun nafas, yakni dengan fogging  atau fumigasi.

Buku  ini  kami  tulis  dimaksudkan  untuk  memberi masukan  kepada  para  periset  dan  akademisi tentang sekilas  informasi  mengenai  atribut  biologi  dan  kondisi ekologi  dari  hama  kumbang bubuk  Sitophilus  zeamais Motsch.  Diharapkan  buku  ini  dapat  menjadi  rujukan  dan acuan  bagi  peneliti,  akademisi  dan  praktisi  pertanian dalam menentukan kebijakan pengendalian.

Hormat kami

M.Sudjak Saenong dan Ayyub Arrahman