Kamis, 03 Maret 2016

KAJIAN DAYA INSEKTISIDA EKSTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss) DAN EKSTRAK DAUN MINDI (Melia azedarach L. ) TERHADAP PERKEMBANGAN SERANGGA HAMA GUDANG Sitophilus zeamais Motsch. 


DESSY SONYARATRI 

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 


ABSTRAK Penyimpanan bahan pangan merupakan salah satu tahap pengolahan pasca panen yang masih mengalami kendala. Kerusakan di tingkat penyimpanan umumnya disebabkan oleh serangan hama gudang seperti serangga, tungau, tikus dan kapang. Diantara hama-hama gudang, serangga menyebabkan kerusakan terbesar. Sitophilus zeamais merupakan salah satu serangga hama pasca panen yang penting. Serangga tersebut dapat berkembang biak dan menimbulkan kerusakan pada berbagai jenis serealia termasuk gabah, beras dan jagung. Dari berbagai cara pengendalian hama pasca panen yang paling efisien dan umum dilakukan adalah cara kimia dengan menggunakan insektisida sintetis. Insektisida sintetis dirasakan efektif karena penggunaannya mudah serta spektrum daya bunuhnya yang luas. Namun cara tersebut mempunyai banyak kekurangan antara lain resiko keamanan pangan (bahaya residu), timbulnya resistensi serangga hama pasca panen terhadap beberapa insektisida, serta residu di tanah, air dan udara yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan hidup (Kartasapoetra, 1993).